Saembara melumpuhkan BEGAL dari KDM " mencerminkan kegagalan negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat."
Saembara melumpuhkan BEGAL dari KDM " mencerminkan kegagalan negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat."
Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menawarkan hadiah Rp50 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal mendapat sorotan dari kalangan akademisi. Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, menilai langkah tersebut mencerminkan kegagalan negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Menurutnya, penegakan hukum seharusnya menjadi tanggung jawab aparat, bukan dialihkan kepada warga melalui mekanisme sayembara. Ia juga mengingatkan kebijakan itu berpotensi memunculkan praktik main hakim sendiri hingga salah tangkap karena masyarakat terdorong mengejar hadiah.
UGM mendorong pemerintah lebih fokus memperkuat sistem keamanan dengan memperbanyak CCTV di kawasan rawan dan meningkatkan patroli kepolisian agar penanganan kriminalitas dilakukan secara profesional dan berkelanjutan.
Red


