Leluhur Sunda tidak pernah bisa ditaklukan, karena strategi pertahanannya yang unggul
Leluhur Sunda tidak pernah bisa ditaklukan, karena strategi pertahanannya yang unggul
Leluhur Sunda selain yang tertua di Pulau Jawa, memiliki strategi yang berbeda dengan kerajaan lainnya. Mereka tidak memiliki haus kekuasaan yang bersifat menaklukan atau meluaskan wilayahnya dalam penaklukan.
Mereka lebih cenderung mempertahankan dibandingkan penyerangan atau pun invasi, bahkan hingga berabad-abad tetap bertahan dan eksis. Strategi pertahanan dan ekonomi adalah dua kekuatan terbesar yang tersembunyi yang dimiliki leluhur Sunda.
Dengan dua strategi itu, Sunda mampu membuat kesepakatan yang seimbang, tidak takluk dan tidak menaklukkan. Hal inilah yang membuat wilayah Sunda disegani bahkan bertahan hingga berabad-abad. Walaupun secara kisah kerajaan tidak begitu menarik karena luas wilayahnya yang tak pernah meluas dan tak banyak pertumpahan darah, tetapi di sisi lain, mempertahankan adalah strategi tertinggi yang tersembunyi.
Sebabnya para penulis sejarah, menganggap tidak begitu menarik untuk dibahas, bahkan mungkin tidak dianggap, atau dihilangkan dalam sejarah cerita di Nusantara. Karena dianggap kerajaan yang tidak memliki luas wilayah penaklukan begitu besar. Bahkan hingga kini masyarakat Jawa Barat memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia bekisar 70 juta jiwa, itu pun sudah dimekarkan oleh provinsi Banten dan DKI Jakarta.
Di sisi lain pun, leluhur Sunda tidak pernah benar-benar ditaklukan, karena strategi pertahanannya yang unggul dari para leluhur dan dari benteng alamnya. Yang menyulitkan secara geografis jika ada serangan dari pihak lain untuk taklukan wilayah ini.
Konon Hayam Wuruk saja beranggapan bahwa Sunda adalah leluluhur mereka yang tak perlu ditaklukan karena tidak ada permusuhan secara politik, tetapi tidak untuk Gajah Mada yang memiliki sumpah palapa.
Terkadang, dalam sebuah kerajaan itu bukan dilihat dari segi besarnya kekuasaan tapi bagaimana bisa bertahan dengan wilayah kekuasaannya dalam jangka yang sangat lama.
Dan leluhur Sunda telah membuktikannya, strategi itu lebih efektif, tak pernah benar-benar hancur dan wilayah kekuasaannya tetap makmur. Tanpa harus banyak pertumpahan darah akibat dari perang, karena perang sejatinya merusak, memakan korban dan kehancuran, dan tidak bisa dikatakan benar-benar menang tapi tetap pihak keduanya dalam kekalahan. Karena tidak memiliki jiwa kedaulatan kerajaan yang mutlak tidak adanya gangguan dari pihak luar.
"Damai itu indah dibandingkan mesti berperang."
Red


