Jeritan Ruh Saat Sakaratul Maut
Jeritan Ruh Saat Sakaratul Maut
Ada satu jeritan yang tidak terdengar oleh telinga manusia, namun mengguncang langit dan bumi, jeritan ruh saat sakaratul maut.
Ketika waktu telah tiba, malaikat maut datang tanpa bisa ditunda sedetik pun. Saat itu, ruh yang selama ini menyatu dengan jasad dipanggil untuk berpisah. Bagi ruh, perpisahan ini bukan perkara ringan. Ia seperti dicabut dari setiap urat, dari setiap sel kehidupan yang selama puluhan tahun ditempatinya.
Allah ﷻ berfirman:
“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari.”
(QS. Qaf: 19)
Mengapa Ruh Menjerit?
Jeritan ruh bukan selalu teriakan dengan suara. Ia adalah rasa sakit yang luar biasa, karena:
• Ruh tidak ingin berpisah dari jasad yang dicintainya.
• Ruh melihat kenyataan akhirat yang selama hidup hanya didengar sebagai cerita.
• Ruh menyaksikan malaikat dengan rupa yang tak pernah terbayangkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya kematian itu memiliki sakarat (kepedihan).”
(HR. Bukhari)
•> Perbedaan Ruh Mukmin dan Ruh Pendosa
> Ruh orang beriman
Dicabut dengan lembut, seperti air yang mengalir dari bejana. Meski tetap sakit, Allah memudahkan. Wajahnya tenang, lisannya dimudahkan mengucap dzikir.
> Ruh orang yang lalai
Dicabut dengan keras, seperti besi berduri yang ditarik dari wol basah. Ruh tersangkut, terjerit, dan menolak keluar karena takut akan apa yang menantinya.
Dalam sebuah atsar disebutkan:
Ruh orang zalim berteriak saat dicabut, namun teriakannya tidak terdengar oleh manusia.
•> Detik Paling Jujur dalam Hidup
Pada saat itu:
• Dosa kecil tampak besar.
• Waktu terasa amat singkat.
• Dunia terlihat hina dan menipu.
Banyak ruh ingin kembali hanya untuk:
“Ya Rabb, kembalikan aku agar aku beramal saleh.”
(QS. Al-Mu’minun: 99)
Namun pintu dunia telah tertutup.
•> Doa yang Diajarkan Rasulullah ﷺ
“Allahumma a’inni ‘ala sakaratil maut.”
Ya Allah, tolonglah aku menghadapi sakaratul maut.
Jeritan ruh saat sakaratul maut bukan untuk menakuti,
tetapi peringatan agar kita sadar.
Jika hari ini kita masih mampu tersenyum,
itu karena ruh kita masih diberi waktu.
Maka sebelum ruh menjerit saat dipisahkan,
biarkan ia tenang karena taubat,
dan bahagia karena iman.
Do'a..
Ya Allah…
Jika suatu hari ruh ini harus berpisah dari jasadku,
jangan Engkau biarkan ia pergi dalam keadaan Engkau murkai.
Ya Allah…
Saat napasku mulai terhenti,
saat pandanganku mulai gelap,
saat dunia tak lagi mampu kugenggam,
jadikan kalimat terakhir di lisanku
“Lā ilāha illā Anta.”
Ya Allah…
Jika sakaratul maut terasa berat,
ringankanlah dengan rahmat-Mu.
Jika dosa-dosaku mengikatku,
lepaskanlah dengan ampunan-Mu.
Jika aku takut bertemu-Mu,
tenangkanlah hatiku dengan kasih sayang-Mu.
Ya Allah…
Jangan cabut ruh ini
dalam keadaan lalai,
dalam keadaan sombong,
atau dalam keadaan menunda taubat.
Cabutlah ia
dalam keadaan Engkau ridha,
dalam keadaan aku mencintai-Mu,
dan Engkau mencintaiku.
Ya Allah…
Terimalah air mata penyesalanku
sebelum air mata sakaratul mautku.
Terimalah sujudku
sebelum tubuh ini tak lagi mampu bersujud.
Jika kubur adalah rumah baruku,
lapangkanlah ia dengan cahaya iman.
Jika aku sendirian di sana,
jadilah Engkau sebaik-baik peneman.
Ya Allah…
Akhiri hidupku dengan husnul khatimah,
bangkitkan aku bersama orang-orang shalih,
dan kumpulkan aku kelak
di bawah naungan Rasul-Mu ﷺ.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn 🤲🤲
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.


