DARI JAWA KE EROPA: Perang Diponegoro Diam-Diam Melahirkan Negara Bernama Belgia
DARI JAWA KE EROPA: Perang Diponegoro Diam-Diam Melahirkan Negara Bernama Belgia
Sejarah kadang bergerak dengan cara yang tak disangka.
Di Jawa, seorang pangeran melawan penjajahan.
Di Eropa, sebuah negara justru lahir.
Sedikit yang tahu: Perang Jawa (1825–1830) yang dipimpin Pangeran Diponegoro bukan cuma menguras darah dan harta Belanda di Nusantara—tapi juga mengguncang kekuasaan Belanda di jantung Eropa.
Dan dari kekacauan itu, Belgia merdeka.
🔳 Perang di Jawa, Krisis di Eropa
Perang Diponegoro adalah mimpi buruk kolonial Belanda.
Lima tahun perang gerilya, ribuan tentara gugur, kas kolonial terkuras habis.
Belanda terpaksa mengalihkan seluruh fokus ke Jawa—uang, logistik, pasukan, hingga perhatian politik.
Akibatnya fatal:
wilayah yang jauh di Eropa, Belgia, luput dari pengawasan.
Di saat Belanda sibuk memadamkan perlawanan Diponegoro, api revolusi menyala di Belgia.
Rakyat Belgia yang sejak lama tertekan akhirnya bangkit.
Hasilnya: 4 Oktober 1830, Belgia memisahkan diri dari Kerajaan Belanda.
Perang di Jawa, kemerdekaan di Eropa.
🔳 Diponegoro: Pahlawan yang Mengguncang Dunia
Diponegoro akhirnya ditangkap—bukan karena kalah, tapi karena ditipu.
Namun dampak perlawanannya melampaui Jawa.
Perang ini membuktikan satu hal:
perlawanan lokal bisa menciptakan efek global.
Bahkan arsip-arsip kolonial mencatat frustrasi Belanda yang tak mampu menundukkan Diponegoro dengan cara biasa.
Lukisan penangkapannya karya Raden Saleh bukan sekadar karya seni—melainkan simbol pengkhianatan kolonial dan perlawanan bangsa terjajah.
Benang Merah Indonesia–Belgia
🔳 Dari perang, lahir koneksi sejarah yang tak terputus.
Raden Saleh—pelukis kebanggaan Indonesia—ternyata berguru pada pelukis Belgia, Antoine Auguste Joseph Payen.
Belgia bahkan menjadi salah satu negara Eropa awal yang membuka konsulat di Hindia Belanda, jauh sebelum Indonesia merdeka.
Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan dan kembali diserang Belanda, Belgia muncul di meja diplomasi internasional.
Dalam Komisi Tiga Negara (KTN), Belgia menjadi penengah konflik—bukan sebagai penjajah, tapi sebagai bangsa yang pernah merasakan dijajah Belanda.
🔳 Dari Sejarah Kelam ke Hubungan Diplomatik
Belgia termasuk negara Eropa paling awal yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1949.
Hubungan diplomatik resmi pun terjalin—75 tahun yang lalu.
Kunjungan kenegaraan, kerja sama ekonomi, budaya, hingga pendidikan terus berjalan.
Dari Diponegoro hingga diplomasi modern, sejarah Indonesia dan Belgia terhubung oleh jejak kolonialisme, perlawanan, dan kemerdekaan.
🔳 Penutup
Perang Jawa bukan cuma cerita lokal.
Ia adalah peristiwa dunia.
Seorang pangeran di Jawa—tanpa pernah menginjakkan kaki di Eropa—
ternyata ikut mengubah peta politik benua lain.
Sejarah membuktikan:
perlawanan yang tulus tak pernah sia-sia—gaungnya bisa menyeberangi samudra.
Red


