BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Sejarah " Lahirnya Arab Saudi Modern "



Sejarah " Lahirnya Arab Saudi Modern "


​Pada dekade 1920-an, sebuah pergeseran geopolitik besar mengubah lanskap Semenanjung Arab untuk selamanya. Penguasaan atas Mekkah dan Madinah—dua kota paling suci bagi umat Islam—berpindah tangan dalam sebuah transisi kekuasaan yang menjadi fondasi bagi berdirinya Kerajaan Arab Saudi modern. Peristiwa bersejarah ini bukan sekadar pergantian pemimpin, melainkan perombakan total dari struktur politik Timur Tengah pasca-runtuhnya Kekaisaran Ottoman.

​Berikut adalah rekam jejak bagaimana perubahan besar ini terjadi.


Berakhirnya Era Hashimiyah di Hijaz


​Selama berabad-abad, wilayah Hijaz (yang mencakup Mekkah dan Madinah) berada di bawah kepemimpinan Syarif Mekkah. Gelar ini dipegang oleh Dinasti Hashimiyah, keturunan langsung Nabi Muhammad SAW melalui garis Hasan bin Ali.

​Sebelum diambil alih oleh keluarga Al-Saud, otoritas tertinggi dipegang oleh Syarif Husain bin Ali. Ia bukan tokoh sembarangan; dialah motor penggerak utama dalam Pemberontakan Arab (Arab Revolt) yang sukses menekan pengaruh Kekaisaran Ottoman di wilayah tersebut selama Perang Dunia I.


Visi Penyatuan dari Jantung Najd


​Dari wilayah Najd (pusat pemerintahan di Riyadh), Abdulaziz Al-Saud (ayah dari Raja Salman saat ini) memimpin manuver militer dan politik yang terencana untuk mengambil alih Hijaz. Ekspansi ini didorong oleh tiga pilar utama:

​Visi Penyatuan Wilayah: Abdulaziz memiliki ambisi strategis untuk menyatukan berbagai suku yang terpecah di Semenanjung Arab di bawah satu kepemimpinan yang solid dan terpusat.

​Perselisihan Politik Pasca-Ottoman: Setelah runtuhnya Kekhalifahan Ottoman, Syarif Husain memproklamirkan dirinya sebagai "Khalifah" baru. Klaim sepihak ini mendapat penolakan keras dari banyak pemimpin Arab, termasuk Abdulaziz, yang menganggapnya sebagai langkah politik yang tidak sah.

​Krisis Keamanan Haji: Pada masa itu, rute ibadah haji sering kali diganggu oleh masalah keamanan, termasuk perampokan terhadap peziarah. Abdulaziz membawa janji teguh untuk menegakkan hukum yang ketat dan menjamin keamanan mutlak bagi para tamu Allah.

​Jatuhnya Hijaz dan Pengasingan Sang Syarif (1924–1925)

​Kampanye militer dipelopori oleh pasukan Ikhwan, barisan pejuang yang sangat setia kepada Abdulaziz. Rangkaian peristiwa ini berlangsung cepat:


Kejatuhan Taif: Kota Taif menjadi wilayah strategis pertama yang berhasil ditaklukkan.


​Mekkah Menyerah: Pasukan Al-Saud memasuki Mekkah nyaris tanpa pertumpahan darah yang berarti. Syarif Husain, menyadari posisinya yang melemah, memilih untuk mundur dan mengungsi.

​Konsolidasi Wilayah (1925): Menyusul Mekkah, kota-kota kunci lainnya seperti Madinah dan Jeddah akhirnya menyerah pada tahun 1925.

​Kehilangan basis kekuasaannya, Syarif Husain harus turun takhta dan pergi ke pengasingan. Namun, garis keturunan Dinasti Hashimiyah tidak meredup; anak-cucunya kelak menjadi penguasa di Yordania dan Irak.

​Berdirinya Kerajaan Arab Saudi dan Dampaknya Hari Ini

​Keberhasilan menguasai Dua Kota Suci mengukuhkan posisi Abdulaziz. Ia kemudian memproklamirkan diri sebagai Raja Hijaz dan Sultan Najd. Pada tanggal 23 September 1932, penyatuan seluruh wilayah taklukannya diresmikan di bawah satu nama yang kita kenal sekarang: Kerajaan Arab Saudi (Kingdom of Saudi Arabia).

​Dampak dari penaklukan ini terus menggema hingga hari ini, membentuk kebijakan dan diplomasi modern:

Alih-alih mengadopsi gelar Khalifah yang kontroversial, raja-raja Saudi secara bijaksana menggunakan gelar Khadimul Haramain asy-Syarifain (Pelayan Dua Kota Suci). Hal ini menegaskan bahwa peran mereka adalah sebagai pelindung dan pelayan secara administratif, bukan mengklaim supremasi spiritual absolut atas seluruh umat Islam dunia.

Arab Saudi dan Yordania memiliki ikatan sejarah yang kompleks dan unik. Raja Yordania saat ini adalah keturunan langsung dari Dinasti Hashimiyah dan Syarif Mekkah yang digulingkan oleh ayah dari penguasa Arab Saudi masa kini.

 Irman

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image