Minum kopi atau teh saat berbuka PUASA atau SAHUR " Simak saran dari Ahli GIZI dan Urologi "
Minum kopi atau teh saat berbuka PUASA atau SAHUR
" Simak saran dari Ahli GIZI dan Urologi "
Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah, namun juga penuh tantangan bagi banyak orang, terutama dalam hal menjaga pola makan dan asupan cairan saat berpuasa.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah aman mengonsumsi kopi atau teh saat berbuka atau sahur. Apakah kopi mempengaruhi hidrasi tubuh selama berpuasa?
Menurut para ahli, minum kopi atau teh saat berbuka atau sahur sebenarnya diperbolehkan, meskipun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, seorang spesialis urologi, menyarankan agar konsumsi kopi dan teh sebaiknya dibatasi, meskipun keduanya tidak dilarang.
Menurutnya, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh setelah seharian berpuasa.
“Memang dianjurkan, kalau saya sebagai urologi sih, yang terbaik adalah minum air putih,” ungkap Prof. Harrina kepada wartawan pada Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, konsumsi air putih setelah berbuka sangat penting untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat puasa. Selain itu, air putih juga tidak menyebabkan masalah buang air kecil, yang sering dialami setelah mengonsumsi minuman berkafein.
Namun, kopi dan teh boleh saja diminum sesekali, asalkan tak berlebihan. Prof. Harrina menambahkan, sebaiknya jumlahnya dibatasi agar tidak mengganggu keseimbangan cairan tubuh yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan ginjal.
Hal ini sangat penting, mengingat bagi sebagian orang, terutama yang sensitif terhadap kafein, minum kopi atau teh bisa memicu buang air kecil lebih sering.
“Sebaiknya air putih dulu yang dipenuhi, baru kemudian kopi atau teh. Jangan sampai rasa kenyang atau begah akibat minuman berkafein atau manis membuat kita kekurangan asupan air putih,” tambahnya.
Bagi orang-orang yang memiliki masalah kesehatan, seperti sering buang air kecil atau masalah ginjal, mengonsumsi teh dan kopi sebaiknya lebih dibatasi.
Dengan mengutamakan air putih saat berbuka, kebutuhan cairan tubuh tetap tercukupi, tanpa mengganggu kualitas hidrasi selama puasa.
Dr. Nur Rasyid, seorang spesialis urologi lainnya, juga menambahkan bahwa minum kopi di bulan puasa sebenarnya boleh saja, baik saat sahur maupun setelah berbuka puasa.
Namun, ia memberikan catatan penting, yaitu konsumsi kopi hanya setelah perut terisi dengan makanan agar kopi tidak menyebabkan gangguan pencernaan.
“Minum kopi saat sahur tidak akan menyebabkan dehidrasi, asalkan perut sudah terisi terlebih dahulu. Kalau ingin minum kopi setelah berbuka, lebih baik dilakukan setelah makan,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2025).
Ia juga menegaskan bahwa konsumsi kopi sebaiknya tidak terlalu dekat dengan waktu tidur. Kandungan kafein dalam kopi bisa mengganggu kualitas tidur, yang bisa berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
“Jika memiliki masalah hipertensi, konsumsi kopi harus dikurangi. Namun, jika tubuh sehat dan tidak ada masalah, maka kopi bisa dinikmati dengan tetap menjaga porsi yang tepat,” tambahnya.
Meski mengonsumsi kopi atau teh tidak dilarang, para ahli kesehatan menekankan pentingnya penuhi kebutuhan cairan utama dengan air putih terlebih dahulu saat berbuka atau sahur.
Hal ini bukan hanya demi menjaga hidrasi yang baik selama puasa, tetapi juga untuk menjaga kesehatan ginjal dan mencegah gangguan hidrasi yang bisa menyebabkan masalah lebih serius.
Selain itu, para pakar juga mengingatkan agar mengkonsumsi kopi dalam batas wajar dan tidak berlebihan. Sebab, selain bisa mempengaruhi tidur, kafein juga dapat berisiko bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti masalah pencernaan atau hipertensi.
Jadi, untuk kamu yang sering merasa rindu dengan secangkir kopi atau teh, minum kopi saat berbuka atau sahur tetap bisa dilakukan dengan syarat memenuhi kebutuhan air putih terlebih dahulu. Tetap ingat untuk membatasi asupan kopi agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap sehat.
Pada akhirnya, konsumsi kopi atau teh saat berbuka atau sahur memang tidak masalah, asalkan tidak berlebihan dan tidak menggantikan peran air putih dalam memenuhi hidrasi tubuh.
Sebaiknya selalu pertimbangkan kondisi tubuh dan batasan pribadi sebelum memutuskan untuk mengonsumsi minuman berkafein selama bulan puasa.
Dengan tips ini, kamu bisa menikmati kopi atau teh favoritmu tanpa mengganggu kesehatan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
Irman



