Masa kecil yang bahagia,Kasih sayang yang terbuang hingga Kebahagiaan yang belum sempurna
Masa kecil yang bahagia,Kasih sayang yang terbuang hingga Kebahagiaan yang belum sempurna
Kebahagiaan di masa kecil 1969 - 1994
Aku lahir dari keluarga yang sederhana di sebuah Desa di Kaki Gunung Ciremai,Desa Jambar yang sejuk nan indah adalah tanah kelahiranku,Aku lahir dengan darah keturunan Padang dan Sunda.
Ayahku yang berasal dari Pariaman Padang Sumatra Barat, ( Moh Yamin Alm ),Ayah yang menjadi sosok idola ku dengan kegagahannya saat aku liahat dari poto yang tersisa,Ayahku sebagai seorang Militer ( TNI ),dan Ibuku yang berdarah Sunda ( Ioh Safariah Alm ) merupakan Figur seorang ibu yang tangguh dan sabar mengasuh aku sejak kecil,Ibuku seorang pendidik ( Guru ) membinaku untuk terus rajin belajar.
Aku lahir sebagai anak ke Lima dari enam saudara.
1972 Ayah ku meninggal dunia saat aku baru berusia 3 tahun,dimana usia yang belum pernah tahu sosok ayah yang di kagumi,hanya cerita dari orang sekitar,Ayah ku seorang Militer yang taat beribadah dan dermawan.
Sejak Ayah ku tiada ,Ibuku menjadi tulang punggung keluarga,dengan gajih yang pas pasan,ibuku tabah merawat dan menyekolahkan Ke enam anak anaknya.
Selain sebagai seorang Guru,Ibuku juga menjadi seorang perias pengantin pada zamannya,dan juga memerima menjahit pakain wanita serta membuat kue kue jajanan ,hal itu ibu lakukan untuk bisa menmbah rizky bagi anak anaknya sekolah.
Sejak kecil aku dan saudaraku belajar disiplin dari sosok ibu yang tangguh,belajar adalah hal yang utama dari keseharian ku.
Aku juga belajar bagai mana untuk bisa bertahan hidup dari sosok ibu yang terus membimbingku dengan kesabaran dan ketabahannya.
Aku merupakan anak yang paling bandel di keluargaku,Kenakalan ku mungkin membuat ibuku sedih namun ia tetap menyayangi ku,seperti menyanyangi saudara saudaraku yang lain.
Aku tumbuh remaja,masa masa yang paling indah dalam hidupku dengan kasih sayang dari seorang ibu yang tangguh,
Hingga satnya kebahagiaan itu perlahan hilang di awal tahun 1994.
Episode masa terbuang dan tersingkirkan,Kebencian mutlak untuk ku.
1994 awal hilangnya kebahagiaan,di mana aku dulu merasakan kasih sayang ibu,kini semua nya berubah aku menjadi sosok yang terbuang,semua membenci ku,melihatku mungkin merasa jijik dan aku hidup dalam jiwa yang labil dan menyimpan amarah.
Hari hariku sunyi...setiap detak waktu terasa hampa,yang aku jalani hanya bertahan hidup dengan kerasnya jiwa dan aku menjelma menjadi sosok yang lepas tanpa kendali,dalam hidupku tak lagi mengenal takut,semua ku hadapi dengan amarah dan gejolak berontak pada ketidak adilan.
Waktu terus berjalan hingga pada dimana aku kembali dari pengakuan seorang ibu yang aku cintai dan aku banggakan 2014....aku kembali pada rasa yang sempat hilang selama 20 tahun, Kota Depok menjadi saksi di mana aku bisa bersama ibuku lagi,setelah semuanya terbuka dan paham.
Aku kembali menemukan kebahagiaan...aku meraskan kembali kasih sayang seorang ibu yang aku kagumi.
2017 Saat yang menyedihkan dalam Hidupku,aku harus kehilangan selama lamanya sosok ibu,Ibuku berpulang ke rakhmat tullah,saat itu aku merasakan Kesedihan yang mendalam,Aku hanya bisa 3 tahun kembali pada kasih sayang ibu,waktu yang singkat, ada kebahagiaan yang belum sempurna aku belum bisa membahagiakan ibuku....ibu maafkan anak mu ini.
Belajar dari masa kecil yang bahagia,masa terbuang selama 20 tahun dan masa yang singkat kembalinya kasih sayang ibu.
Aku menjadi sosok yang kuat dan mampu mengarungi kerasnya liku kehidupan.
Kini aku sadar betapa berharganya kasih sayang yang tulus,dan aku takan sia siakan sisa umurku ini untuk terus berbuat baik.dan aku berharap anak anak ku tdak akan mersakan kepahitan hidup,biarlah aku yang merasakam semua itu.
Pujanga Renta
Irsyamba



