Was was menjelang Mutasi "Bagi birokrat yang selama ini menempati posisi nyaman di 'kursinya' "
Was was menjelang Mutasi "Bagi birokrat yang selama ini menempati posisi nyaman di 'kursinya' "
Kuningan,Aktualid.com Mencuatnya isue mutasi di lingkup Pemkab Kuningan yang akan berlangsung pekan ini, dipastikan akan membuat banyak birokrat dihantui rasa penasaran terhadap nasib posisinya. Hal ini di ungkapkan oleh Pengamat kebijakan Publik Sujarwo ( mang Ewo )
Bagi birokrat yang selama ini menempati posisi nyaman di 'kursinya' tentu akan sangat khawatir 'terlempar' ke tempat yang selama ini dihindari.
Kalaupun dalam penataan birokrasi yang disinyalir semnentara hanya menyentuh posisi eselon 3 ( A dan B ) dan merupakan penataan lanjutan birokrasi di era duet kepemimpinan Dian - Tuty sebagai Pimpinan Eksekutif, dipastikan guna membentuk team kerja yang lebih "segar" serta terbebas dari kepentingan yang sejalan dg visi misi duet Dian -Tuty.
Artinya ketika dalam penataan birikrasi yang dikemas melalui mekanisme promosi, rotasi dan mutasi nanti kalaupun akan terjadi "perombakan" total di setiap tingkatan eselon ( dari 2 s.d 4 ) , siapapun harus memahami jika kebijakan tersebut bermaksud untuk mempercepat berbagai janji kampanye yang sudah dilontarkan oleh pasangan yang mempunyai tageline 'melesat'.
Jika hasil kerja 'kabinet' yang akan dibentuknya tidak membuahkan hasil kerja yang optimal, tentunya msyarakat berhak melakukan 'gugatan' terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan duet Dian -Tuty.
Berpijak pada pengalaman yang dimiliki Dian RY yang sudah memiliki rekam jejak maksimal di lingkup Birokrasi Pemkab Kuningan , serta dengan posisi puncaknya sebagai Panglima ASN yakni sebagai Sekda, dapat dipastikan DIAN RY sudah sangat memahami karakter dan ethos kerja seluruh stafnya, sehingga sangatlah mustahil dalam penataan birokrat yang akan segera digelar akan terjadi salah penempatan .
Irman


