Sekilas penyebab pemberontokan DI/TII di Jawa Barat
Sekilas penyebab pemberontokan DI/TII di Jawa Barat
Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Barat merupakan konflik besar yang berakar pada dinamika awal kemerdekaan Indonesia. Gerakan ini muncul akibat kekecewaan ideologis dan politik, terutama terhadap keputusan negara yang tidak menjadikan Islam sebagai dasar pemerintahan. Tokoh sentralnya, S.M. Kartosuwiryo, meyakini bahwa kemerdekaan sejati hanya dapat dicapai melalui pendirian Negara Islam Indonesia.
Selain faktor ideologi, pemberontakan ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah pusat, khususnya restrukturisasi militer dan dampak Perjanjian Renville yang melemahkan posisi laskar di Jawa Barat. Kondisi sosial-ekonomi pedesaan yang tertinggal, minimnya kehadiran negara, serta kuatnya jaringan ulama lokal memperbesar dukungan masyarakat terhadap DI/TII. Dengan strategi perang gerilya di wilayah pegunungan, konflik berlangsung lama dan berdampak luas bagi warga sipil. Penumpasan DI/TII menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi negara dan pembelajaran sejarah nasional.
Irman



