BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Mentri Pendidikan Sentil DPR RI " Jangan Remehkan Paket C,banyak pejabat kita Lulusan di sana "

 


Mentri Pendidikan Sentil DPR RI " Jangan Remehkan Paket C,banyak pejabat kita Lulusan di sana "

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengeluarkan pernyataan yang cukup berani dan menusuk dalam upaya membela martabat pendidikan kesetaraan di Indonesia. Ia mengungkapkan fakta yang selama ini jarang diketahui publik bahwa banyak sekali anggota DPR dan pejabat negara yang ternyata merupakan lulusan Paket C, yaitu jalur pendidikan setara SMA di luar sekolah formal. Pernyataan ini bertujuan untuk menghapus stigma negatif di masyarakat yang sering menganggap sekolah paket sebagai pilihan bagi mereka yang "buangan" atau kurang berprestasi.

Menurut Abdul Mu'ti, tingginya angka anak tidak sekolah di Indonesia saat ini bukan hanya soal faktor ekonomi, tetapi juga masalah geografis dan kultural yang kompleks. Oleh karena itu, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menyelenggarakan program Paket A, B, dan C memegang peranan kunci dalam menyelamatkan masa depan anak bangsa yang tidak berkesempatan sekolah secara reguler. Ia menegaskan bahwa kualitas seseorang tidak hanya ditentukan dari mana ia lulus, tetapi dari bagaimana ia terus belajar dan berkontribusi bagi negara, terbukti dengan banyaknya "alumni" paket yang duduk di kursi parlemen.

Namun, di balik pembelaan tersebut, Kemendikdasmen juga berjanji akan memperketat pengawasan terhadap pengelolaan PKBM di seluruh Indonesia. Jangan sampai ada praktik "jual beli ijazah" atau administrasi bodong yang justru merusak citra pendidikan kesetaraan. Pemerintah berencana memperluas layanan kursus keterampilan di dalam PKBM agar para lulusan Paket C memiliki daya saing yang sama kuatnya dengan lulusan sekolah formal di pasar kerja. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan rata-rata lama belajar penduduk Indonesia yang masih tertinggal.

Sentilan keras kepada para anggota dewan ini sekaligus menjadi pengingat bagi mereka agar lebih peduli terhadap anggaran dan fasilitas pendidikan non-formal. Jangan sampai m4ti-nya akses pendidikan bagi rakyat kecil dibiarkan begitu saja, sementara banyak dari mereka sendiri yang sebenarnya diuntungkan oleh adanya sistem kesetaraan ini. Netizen pun ramai mendukung pernyataan menteri ini, karena banyak anak-anak berprestasi di luar sana yang terpaksa putus sekolah karena keadaan, namun tetap memiliki semangat juang yang tinggi untuk sukses melalui jalur alternatif yang sah.

Irman

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image