Langit yang Tak Pernah Sama Hadirmu semangat ku
PUSIKU "Langit yang Tak Pernah Sama "
Hadirmu semangat ku
Langit pagi ini bukan sekadar kanvas biru
ia adalah luka yang dilukis ulang oleh cahaya
retakan awan menganga seperti bibir yang enggan bicara
dan matahari hanya bayang samar
di balik tirai kabut yang enggan terbuka.
Aku berdiri di tepi waktu
di antara desir angin yang membawa aroma kenangan
rumput basah menyentuh pergelangan kaki
seperti tangan masa lalu yang masih ingin menggenggam
Langkahku berat
seperti huruf-huruf yang tak sempat menjadi puisi
dan napasku adalah bait-bait yang patah
di antara jeda yang terlalu panjang
Langit tak pernah sama
seperti hati yang terus berubah warna
dari jingga harapan
menjadi kelabu keraguan
Namun di balik semua itu
ada nyala kecil yang tak mau padam
seperti lilin yang menolak mati
meski diterpa hujan ragu
Semangat untuk hidup
kadang bukan teriakan lantang
melainkan bisikan lirih
yang berkata:
"Aku masih ingin melihat esok,
meski dengan mata yang basah."
Hadirmu adalah semangatku
Tasika Nursyamba Fatimah
Cahayamu adalah putri ku
Pujangga Renta
Irsyamba



