Ketika malaikat jibril menampakan wujud aslinya dihadapan Rasulullah SAW.
Ketika malaikat jibril menampakan wujud aslinya dihadapan Rasulullah SAW.
Peristiwa ketika Rasulullah SAW melihat wujud asli Malaikat Jibril merupakan salah satu momen paling agung dalam sejarah kenabian. Sepanjang masa kenabiannya, Rasulullah SAW hanya melihat Jibril dalam wujud aslinya sebanyak dua kali.
Berikut adalah deskripsi berdasarkan riwayat-riwayat yang sahih:
1. Di Gua Hira (Awal Kenabian)
Setelah menerima wahyu pertama, Rasulullah SAW berjalan dan tiba-tiba mendengar suara dari langit. Ketika mendongak, beliau melihat Jibril dalam wujud aslinya.
"Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang." (QS. At-Takwir: 23)
"Aku melihat Jibril mempunyai enam ratus sayap." (HR. Bukhari & Muslim)
2. Saat Peristiwa Isra' Mi'raj
Penampakan kedua terjadi di tempat yang paling tinggi, yaitu di Sidratul Muntaha. Hal ini diabadikan dalam Al-Qur'an:
"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha." (QS. An-Najm: 13-14)
Kejadian ini didukung oleh beberapa hadis sahih, di antaranya:
• Hadis Riwayat Al-Bukhari (No. 4857):
Dari Masruq, ia bertanya kepada Aisyah RA tentang ayat "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihatnya di ufuk yang terang," maka Aisyah menjawab: "Itu adalah Jibril. Beliau tidak pernah melihatnya dalam wujud aslinya kecuali dua kali; beliau melihatnya turun dari langit dengan tubuhnya yang besar menutupi ruang antara langit dan bumi."
• Hadis Riwayat Muslim (No. 177):
Dari Abdullah bin Mas'ud RA, ia berkata mengenai firman Allah: "Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi)." (QS. An-Najm: 9). Ibnu Mas'ud menjelaskan bahwa Nabi SAW melihat Jibril memiliki enam ratus sayap.
Hikmah di Balik Peristiwa Ini
Penampakan ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan Rasulullah SAW di sisi Allah, karena tidak ada manusia lain yang sanggup dan diizinkan melihat malaikat pemuka para malaikat dalam rupa aslinya tanpa binasa. Hal ini juga menguatkan hati Rasulullah dalam mengemban risalah yang berat.
Allahu Akbar, Shollu ‘Alan Nabi
Red



